Alasan Dibalik Penempelan Stiker Keluarga Pra Sejahtera

Lebu Katiup Angin 11 Desember 2025 21:51:31 WIB

desakalitekuk.gunungkidulkab.go.id; Kalitekuk 11/12, Serentak di Gunungkidul hari ini Jajaran pemerintah Kabupaten Gunungkidul melakukan Penempelan stiker "Rumah Tangga Miskin" , mulai dari Pimpinan dalam hal ini Bupati  sampai dengan pemerintah Kapanewon dan Kalurahan. Panewu Semin Bp Dasno S.I.P, M.M beserta Jajaran FORKOMPINKAP Semin dan para pendamping sosial secara simbolis melakukan gerakan ini di 10 Kalurahan untuk kemudian dilanjutkan oleh para pendamping sosial dan juga Kalurahan setempat. Hal ini bertujuan agar bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, memverifikasi data, mendorong yang mampu agar mundur, dan meningkatkan kesadaran publik akan penerima yang benar-benar membutuhkan, meskipun menimbulkan stigma dan kontroversi sosial. Stiker ini jadi penanda bagi pemerintah daerah untuk validasi data, sekaligus memicu warga yang sudah mampu untuk merasa malu dan mengundurkan diri secara sukarela dari daftar penerima bansos. 

Alasan Utama Penempelan Stiker:

  1. Targeting Bansos yang Tepat: Memastikan bansos, seperti PKH, hanya sampai ke keluarga yang benar-benar miskin dan memenuhi kriteria, mengatasi masalah bansos yang tidak tepat sasaran selama ini.
  2. Verifikasi Data & Pendataan: Mempermudah pendataan, verifikasi, dan pemutakhiran data kemiskinan di lapangan oleh pendamping PKH.
  3. Mendorong Pengunduran Diri Sukarela: Membangkitkan kesadaran dan rasa malu bagi keluarga yang sebenarnya sudah mampu, sehingga mereka mengundurkan diri dan digantikan oleh yang lebih membutuhkan.
  4. Transparansi Kebijakan: Meningkatkan transparansi penyaluran bansos di lingkungan masyarakat.
  5. Menciptakan Kesadaran Sosial: Mendorong masyarakat untuk saling mengoreksi dan berdialog tentang kelayakan penerima di lingkungan mereka, menciptakan efek sosial yang positif dalam jangka panjang. 

Dampak dan Kontroversi:

Positif: Banyak warga yang mundur sukarela dan muncul usulan baru penerima, data lebih akurat.

Negatif: Menimbulkan stigma, rasa malu, dan potensi patologi sosial (misal, warga enggan meningkatkan kesejahteraan karena takut dicoret), sehingga beberapa daerah mengkaji ulang atau mengganti istilahnya. 

Inisiatif ini umumnya datang dari Pemerintah Daerah sebagai cara kreatif mengatasi persoalan data, bukan kebijakan pusat, meskipun kata "Keluarga Miskin" berasal dari istilah Kemensos. Mengingat perihal yang satu ini merupakan hal yang sangat sensitif sekali, tidak sedikit dari warga masyarakat yang belum mengerti atau bahkan tidak mau mengerti terkait sumber pendataan atau sistem yang dibuat oleh kemensos.

Terkadang masyarakat yang belum tahu langsung mengira bahwa data tersebut diusulkan dari RT hingga Dukuh, sehingga tak sedikit dari mereka kena imbas dari bantuan yang turun. Banyak yang beranggapan yang dapat adalah orang orang terdekat mereka, sedangkan statement ini tidak mendasar. Pemerintah sudah mengatur sedemikian rupa dan pendataan itu sangatlah panjang prosesnya, tidak semudah yang dikira, "usul langsung dicatat" tidak seperti itu, melainkan bersifat masif, dilakukan di seluruh negri, melalui pendataan sensus maupun survey dari BPS (Badan Pusat Statistik) salah satunya. 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • anton
    usaha yg bagus. analisa untuk bikin kandang kira k...baca selengkapnya
    03 Oktober 2020 21:32:33 WIB
  • Johnn
    Alangkah baiknya jika lampiran I,II, dan III juga ...baca selengkapnya
    05 Juni 2020 00:43:22 WIB
  • asy
    mohon informasi tambran itu nama desa atau dukuh/d...baca selengkapnya
    14 Oktober 2019 11:39:31 WIB
  • heri supriyanto
    mantab...baca selengkapnya
    23 Agustus 2018 13:14:50 WIB
  • Suyatno
    Mantap..... Mugo desa kalitekuk semakin maju dan w...baca selengkapnya
    24 Juli 2018 20:24:47 WIB
  • Sri hartatik
    Siip ikut pertemuan di baldes gedung nya sdh berac...baca selengkapnya
    24 Juli 2018 14:19:00 WIB
  • Sri hartatik
    Siip ikut pertemuan di baldes gedung nya sdh berac...baca selengkapnya
    24 Juli 2018 14:16:26 WIB

  • Tg 24 bln 07 -2018 pertemuan himpaudu di bale desa...baca selengkapnya
    24 Juli 2018 14:11:49 WIB
  • Yatno ( asli tambran)
    Aku bangga dengan apa yang di lakukan para pem...baca selengkapnya
    24 Juli 2018 13:54:38 WIB
  • SURYANTO
    Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barokatuh injih...baca selengkapnya
    15 Februari 2018 22:29:51 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial